20/07/18

Woman Back Stage - Baiat Cinta Khadijah

Diposting oleh Ligar widya lestari di 10:47 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
(Resume Kajian Pemuda Hijrah, Ust. Hanan Attaki, September 2015)

Perempuan paling sempurna di dunia hanya ada 4. Sementara laki-laki yang sempurna itu banyak, yaitu para Nabi dan Rasul. Jika diurutkan berdasarkan waktu, perempuan paling sempurna didunia, yang pertama adalah Asiyah, kedua Maryam, ketiga Khadijah dan keempat adalah putri Rasulullah Shalalahu 'alaihi wasalam, Fatimah.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجۡعَلُ لَهُمُ الرَّحۡمٰنُ وُدًّا‏ ﴿۹۶)






Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang." (QS. Maryam : 96)

"Wudda" dalam bahas arab berarti "Cinta". Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan Cinta bagi setiap orang-orang yang beriman dan beramal soleh. Siapa yang ingin ditambahkan rasa cinta dari orang-orang soleh, atau yang ingin dia mencintai kita, maka cara yang paling baik adalah minta kepada Sang Maha Cinta, Ya Wadud. Maka Allah akan menitipkan rahmat kepada orang-orang yang berhak kita cintai dan mencintai kita.

Bagi orang mukmin, istri-istri Rasulullah Shalalahu 'alaihi wasalam adalah Ibu, Ummul Mukminin. Salah satunya Khadijah.

Khadijah, menjadi perempuan yang paling dicintai oleh Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam. Bahkan, 9 orang istri Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam tidak pernah bisa menggantikan posisi Khadijah di hati Rasulullah. Begitulah hati laki-laki, tidak pernah bisa menaruh perasaan yang sama dengan porsi yang persis sama. Seperti yang Allah sebutkan dalam surat An Nisa, kata "adil" dalam ayat tersebut adalah adil dalam hal perasaan, bukan nafkah. Mungkin secara lahir seorang laki-laki bisa bersikap adil, tapi secara batin tidak akan pernah bisa.

Suatu hari, setelah Khadijah wafat, sepupu Khadijah, lalu teman-teman khadijah datang ke rumah Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam secara bergantian. Di sana Aisyah melihat Rasulullah menjamu mereka. Karena terlalu sering melihat pemandangan seperti ini, Aisyah berseru,"Khadijah!" Tampak dari raut wajahnya, Aisyah cemburu. Lalu Rasulullah memberikan penjelasan pada Aisyah bahwa ketika orang-orang tidak percaya kepada Rasulullah, Khadijah lah orang pertama yang mempercayainya. Ketika istri-istri Rasulullah yang lain tidak bisa memberikan anak, Khadijah yang melahirkan anak-anak Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam. Dan banyak kelebihan lain dari Khadijah yang membuat cinta Rasulullah kepada Khadijah tidak bisa tergantikan.

Kisah lain ketika perang Badar. Dalam perang itu, Rasulullah berperang melawan menantunya sendiri yang ada di barisan Abu Jahal, yaitu suami Zaenab. Pasukan lawan yang kalah membuat menantu Rasulullah ini akhirnya menjadi tahanan perang. Zaenab tentu ingin menebus suaminya, "Ya Rasulullah, aku ingin menebus suamiku." Lalu Rasulullah bertanya, "Dengan apa kau akan menebusnya, wahai Zaenab?" Zaenab mengeluarkan kalung milik Khadijah. Ketika melihat kalung itu, kenangan bersama Khadijah teringat kembali. Rasulullah menangis. Beliau tidak rela benda peninggalan Khadijah dijadikan harta rampasan perang untuk kemudian dilelang dengan barang-barang yang lain. Akhirnya Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam meminta ijin kepada para sahabat untuk tidak mengambil tebusan itu. Para sahabat menyetujui dan merelakan kalung itu dikembalikan kepada Zaenab.

Hal menarik lagi ketika terjadi Fathu Makkah atau Pembebasan Kota Mekah oleh Kaum Muslimin. Semua sahabat pada saat itu pulang ke rumah mereka masing-masing. Tapi tidak dengan Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam. Beliau pergi jauh ke Ma'la dan membuat tenda tepat di samping makam Khadijah. Dalam Sirah Ibnu Hisyam dikisahkan, Rasulullah menangis semalaman di makam Khadijah dan bersabda, "Engkau benar, wahai Khadijah. Allah telah menunaikan janjinya untuk memenangkan dakwah ini seperti apa yang pernah engkau ucapkan dulu."
Dulu, ketika Rasulullah di masa-masa awal dakwah, banyak yang mencaci maki, banyak yang menganiaya, Khadijah lah yang menghibur Rasulullah dengan mengucapkan kalimat itu.

Inilah Khadijah, tidak ada istri yang lebih hebat dari Khadijah. Inilah baiat cinta Rasulullah kepada Khadijah.

Apa yang dimiliki khadijah hingga Rasulullah begitu mencintai Khadijah? Itu adalah "wafa". Jika diartikan, wafa berarti habis-habisan. Tidak ada lagi kebaikan yang tersisa dari Khadijah kecuali semuanya telah diberikan kepada Rasulullah shalalahu 'alaihi wasalam. Tidak ada satu pun istri-istri Nabi shalalahu 'alaihi wasalam yang memiliki sifat wafa seperti khadijah. Contohnya ketika Rasulullah bertemu pertamakali dengan Jibril dan ketakutan, Khadijah lah yang menenangkan Rasulullah dalam pelukannya. Khadijah menyelimuti Rasulullah seperti dalam Quran surat Al Muzzammil dan Al Mudatstsir. Khadijah yang membantu dakwah Rasulullah dalam kondisi apa pun hingga akhir hayatnya. Ketika Rasulullah memiliki masalah dan pulang ke rumah, melihat Khadijah, semua masalah bisa beliau selesaikan.

Di masa-masa awal kenabian, saat Rasulullah ketakutan melihat Jibril untuk kali pertama, Khadijah menemui Waraqah bin Naufal dan menceritakan apa yang Rasulullah lihat. Waraqah membenarkan bahwa yang dilihat oleh Rasulullah adalah malaikat yang sama yang menemui Musa dan Isa. Waraqah berkata, "Ketika engkau melihatnya lagi, jangan lari Wahai Muhamad, sesungguhnya ia adalah pembawa wahyu. Itu artinya engkau adalah Nabi terakhir yang kami tunggu-tunggu. Aduhai, seandainya hidupku masih lama aku pasti akan menolongmu ketika kaummu memusuhimu." Tidak lama setelah itu, Waraqah meninggal dunia.

Apa yang dikatakan Waraqah daim-diam kepada Khadijah? "Ya Khadijah, suamimu itu akan mendapatkan banyak masalah. Maka, beradalah terus di sisinya." Kata Khadijah, "Saya menjadi fida (tebusan), saya akan membantu suami saya hidup dan mati." Inilah baiat cinta Khadijah kepada Rasulullah.

Khadijah adalah wanita yang cerdas. Salah satu buktinya ketika ia ingin membuktikan bahwa apa yang dilihat Rasulullah itu Jibril atau jin. Khadijah meminta Rasulullah duduk di paha kirinya, dan bertanya, "Apa engkau masih bisa melihatnya?" Rasulullah menjawab, "Iya, Khadijah."
"Kalau begitu, pindahlah ke paha kananku. Apa engkau masih melihatnya?"
"Masih, Ya Khadijah."
"kalau begitu, berdirilah di belakangku."
Ketika Rasulullah berdiri di belakang Khadijah, Khadijah hendak membuka jilbabnya, dan bertanya, "Ya Rasulullah, apakah engkau masih melihatnya?"
"Tidak, Ya Khadijah."
"Berarti dia benar-benar malaikat bukan jin. Karena malaikat tidak ingin melihat aurat perempuan."

Khadijah pun merupakan sosok yang sangat dermawan. Ketika Rasulullah sedang menggembala domba sebanyak satu lembah, beliau bertemu dengan seorang laki-laki badui yang berkata, "Ya Muhammad, banyak sekali domba-dombamu." Lalu Rasulullah bertanya, "Kamu mau?"
Laki-laki badui itu tampak tidak percaya, "Memang bisa? Gimana caranya?"
"Bisa. Katakanlah 'laa ilaaha illallah, muhammadurrasulullah', maka semua domba-domba ini akan menjadi milikmu."
Akhirnya dia bersyahadat, dan Rasulullah memberikan domba-doma itu kepadanya. Lalu Rasulullah pulang sendirian. Melihat pemandangan itu Khadijah bertanya, "Kemana domba-dombanya, Ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Semua domba-domba itu saya serahkan untuk Allah." Mendengar hal itu, Khadijah sangat senang. Inilah salah satu bukti bahwa Khadijah sangat dermawan.

Khadijah tidak pernah mengeluh dengan semua kesulitan dalam rumah tangganya degan Rasulullah. Bahkan ketika Khadijah sakit keras menjelang kematiannya, ia masih menyiapkan makanan untuk Rasulullah. Ia tidak pernah istirahat. Sampai Rasulullah berkata, "Ya Khadiah, istirahatlah," tapi apa kata Khadijah? Khadijah berkata, "Ya Rasulullah, istirahat kita nanti di akhirat."
Ketika itu, Jibril mendatangi Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah, Allah menitipkan salam untuk Khadijah. Dan sampaikan pula salam dariku untuk Khadijah." Lalu Khadijah datang membawa makanan untuk Rasulullah dengan tangan gemetar, menahan sakitnya sakaratul maut. Namun ketika itu Khadijah masih bisa tersenyum di hadapan Rasulullah. "Wahai Khadijah, baru saja Jibril pergi." Kata Rasulullah.
"Ada apa wahai Rasulullah?" tanya Khadijah.
"Kata Jibril, Allah menitipkan salam untukmu."
Tahukah kita apa maknanya? Ketika Allah menitipkan salam, maka saat itu ia akan kembali kepada Allah. Ini pertanda, bahwa Allah merindukan Khadijah dan ingin mengambil Khadijah ke sisi-Nya.
Khadijah langsung menangis. Terharu karena ingin segera bertemu dengan Allah, tapi sedih harus meninggalkan kekasihnya sendiri sementara perjuangan belum selesai.
Selang beberapa hari kemudian, Khadijah meninggal dunia. Dan tidak lama dari itu, pamannya, Abi Thalib, meninggal dunia. Inilah tahun duka cita bagi Rasulullah.

***

25/10/16

Rindu.

Diposting oleh Ligar widya lestari di 11:11 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Image source : http://www.satubahasa.com/2014/12/puisi-rindu-untuk-kekasih-paling-puitis.html

Jalanan yang lengang membuat pikirannya mengawang. Dari balik kemudi Gadis berkerudung biru itu menatap lurus ke jalanan. Basah. Gelap. Sebuah sepeda motor melintas dengan cepat. Tepat melewati mobil yang ia kemudikan. Terkejut, gadis berkerudung biru itu berhenti sejenak. Tepat di depan sebuah toko kue yang sudah tutup. Kenangan masa lalunya kembali berkecamuk.

***

"Ini, buat oleh-oleh orang rumah." ucap laki-laki itu sambil memberikan sekantong kue basah padanya.
"Nggak usah repot-repot." balas gadis itu sambil melipat payungnya yang basah. "Mending buat kamu aja, buat camilan di kosan."
"Nggak apa-apa. Ini." Laki-laki itu memberikan kantong plastik putihnya tepat di genggaman gadis itu.
"Makasih." Senyum yang indah melengkung di bibir tipisnya. Senyum manis yang hanya ia tunjukan pada sosok yang tengah berdiri di hadapannya.
"Udah reda." Ucap laki-laki itu sambil menengadahkan kepalanya ke arah langit yang masih tampak kelabu. "Mau pulang sekarang?"
Pelan, sang gadis mengangguk.

***

Ia kembali pada kenyataan. Melewatkan masa lalu yang melintas sejenak. Tepat di depan toko kue itu. Ketika hujan baru saja reda seperti sekarang. Saat itu, adalah saat terakhir ia melihatnya. Laki-laki itu. Sudah hampir lima tahun sejak saat itu, ia belum pernah melihatnya lagi. Entah dimana dia sekarang. Yang ia ingat, laki-laki itu berpamitan untuk pergi ke suatu tempat dan agak lama. Tapi ia tidak menyangka akan menjadi selama ini.

Gadis itu masih menyimpan kontaknya. Tapi tak sekali pun ia berani bertanya kabar padanya. Dan, laki-laki itu pun tak sekali pun memberikan tanda. Sekadar bertanya kabar, atau memberikan kabar padanya.

"Hmm." Gadis itu kembali menginjak pedal gas mobilnya. Melaju meninggalkan toko kue yang sepi itu.

***

Jika ada kata lain yang lebih dari rindu, mungkin itu yang ingin aku ucapkan padamu sekarang. Kamu di mana? Apa kabar?

Kursornya berhenti di akhir tanda tanya itu. Berkedip tanpa mengetikkan kata-kata lagi. Jemarinya yang lentik menekan tombol "ctrl" dan "S". Menyimpan ceritanya tentang rindu hari ini.

Entah sudah berapa kali ia mengungkapkan rindu di sana. Terlalu banyak file yang ia simpan. Semua tentang laki-laki itu. Terselip harap dalam rindu yang ia taruh di sana.

Seperti bisanya, setelah selesai mengetik, ia mencetak kata-kata itu. Melipat kertasnya menjadi bentuk pesawat terbang. Dari lantai 5 flatnya, ia terbangkan pesawat kertas itu. Berharap angin membawa rindu-rindunya terbang jauh. Entah akan sampai pada orang yang tepat, atau hanya hinggap di dahan-dahan pohon di depan flatnya.

Tanpa memedulikan pesawat kertas itu akan tiba dimana, sang gadis berjalan menjauh dari jendela. Membaringkan tubuhnya di atas kasur. Sambil menatap langit-langit kamarnya yang berwarna putih bersih, angannya mengawang. Rindu menjelma menjadi setitik kristal yang siap mencair di sudut matanya.

Lima tahun. Ia pikir rasa akan dengan mudah pudar seiring berjalannya waktu. Tapi mengapa rindu malah semakin tumbuh subur. Sampai akar-akarnya menusuk ke jantung. Gadis itu mengatupkan kedua kelopak matanya.

***

Gumpalan awan kelabu masih menyelimuti langit sejak kemarin. Membuat matahari enggan beranjak dari tempatnya terlelap. Tapi gadis itu sudah melipat rapi selimutnya. Bersiap menyambut rutinitas. Bekerja.

Sesuatu terjatuh di depan pintu flatnya. Sebuah pesawat kertas yang sering ia buat. Dengan satu tanda tanya dalam hatinya, ia raih kertas itu. Rasa penasaran membuat tangannya spontan membuka lipatan kertas itu.

Toko kue. Selepas makan siang. Semoga hujan sudah reda.

Penasaran. Rindu. Bahagia. Bercampur aduk dalam benaknya ketika membaca tiga kalimat singkat itu. Mungkinkah itu dia?

***

Pukul 11.00. Deras. Hujan pun datang seperti yang sudah diramalkan. Gadis itu menatap keluar dari jendela kantornya. Semoga hujan segera reda, bisiknya.

Pukul 12.00. Belum ada tanda-tanda hujan akan berhenti. Gadis itu mulai tidak sabar. Sambil memegangi secangkir teh manis hangat di tangan kanannya, ia menatap rintik hujan yang tak kunjung reda.

Pukul 12.30. Tidak peduli. Ia beranjak pergi.

Mobilnya melaju menembus jalanan yang basah. Tanpa peduli hujan yang kembali deras, ia berharap, pesawat kertas tadi pagi itu tidak bohong. Seseorang menunggunya di sana. Mungkinkah?

***

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

 

CoratCoretIgar Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting