Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2012

Memeluk Dingin...

Hujan... Butiran air itu seperti memukul - mukul tubuh kecilku. Aku kedinginan dibawah jembatan. Hanya kaos dan celana pendek kumal yang menyelimutiku, mencoba menghangatkan tubuhku dengan simpulan benang di dalamnya. Semakin lama, derai hujan itu bukannya berhenti. Tetapi malah semakin deras, membawa angin kencang dan petir yang menyambar langit. Aku peluk erat udara dingin di sekelilingku. Mulut kecilku berbisik, "Ibu, aku kedinginan. Aku ingin pulang. Aku ingin dipelukmu." seperti orang gila, aku memanggil - manggil nama "ibu" tanpa aku tahu wujudnya seperti apa. Tanpa aku tahu ia di mana. Tanpa aku tahu, dia siapa. "Ibu aku rindu..." Hari semakin gelap. Hujan tak kunjung reda. Aku masih bersandar di pilar jembatan di pinggir sungai dengan uang recehan yang aku dapat. Aku mendengar suara derap langkah kaki mendekatiku. Seseorang bertubuh besar, dengan daster selutut yang menutupi tubuhnya. Ia membawa sebuah payung besar yang menghalau hujan. "...