Ternyata menjadi seorang Ibu bukan hanya menyadarkan diri akan sisi kuatnya. Tapi ternyata memunculkan hal lain. Lelah yang kerap kali menyergap, menghidupkan monster yang telah lama mati suri. Dari sudut paling gelap, yang bahkan cahaya tidak mampu menembus dindingnya, monster itu bangkit. Makhluk yang tidak pernah ia sadari ada sebelumnya. ternyata lelah mampu menghidupkannya. Tetiba ia berteriak. Menangis. Histeris. Bahkan tanpa sadar tangannya melayang amat ringan meninggalkan jejak luka yang tak terlihat, namun kenangannya pasti teringat. Ia tidak pernah menyangka, ternyata setelah menjadi seorang ibu, ia bisa menjadi sejahat itu. Bahkan pada darah dagingnya sendiri. Sesal kerap kali menghinggapi batinnya, tatkala tubuh kecil itu terlelap dalam tidurnya. Sayangnya ia hanya mampu menatap sepasang mata yang rapat. Ia hanya bisa mencium pipi lembutnya dan sesekali merasakan lembut sentuhan nafasnya. Ia tidak menangis kali ini. Sudah terlalu banyak air matanya tumpah. Entah mungk...