Image source : http://www.satubahasa.com/2014/12/puisi-rindu-untuk-kekasih-paling-puitis.html Jalanan yang lengang membuat pikirannya mengawang. Dari balik kemudi Gadis berkerudung biru itu menatap lurus ke jalanan. Basah. Gelap. Sebuah sepeda motor melintas dengan cepat. Tepat melewati mobil yang ia kemudikan. Terkejut, gadis berkerudung biru itu berhenti sejenak. Tepat di depan sebuah toko kue yang sudah tutup. Kenangan masa lalunya kembali berkecamuk. *** "Ini, buat oleh-oleh orang rumah." ucap laki-laki itu sambil memberikan sekantong kue basah padanya. "Nggak usah repot-repot." balas gadis itu sambil melipat payungnya yang basah. "Mending buat kamu aja, buat camilan di kosan." "Nggak apa-apa. Ini." Laki-laki itu memberikan kantong plastik putihnya tepat di genggaman gadis itu. "Makasih." Senyum yang indah melengkung di bibir tipisnya. Senyum manis yang hanya ia tunjukan pada sosok yang tengah berdiri di hadap...