Kala matahari mulai tergelincir, kamu masih berdiri di sudut sana. Di bawah tiang dengan lampu tiga warna yang menyala bergantian. Kau tidak sendiri, ada seekor hewan berbulu berekor panjang yang kau ikat dengan rantai. Dia yang kau panggil si Moni. Moni yang selalu setia menemanimu mencari secercah harapan untuk mengisi perutmu yang kosong. "Kasihan Moni." ucapmu. "Dia pasti ingin bebas. Dia pasti ingin lepas dari ikatan rantai ini." aku melihatmu mengusap kepala Moni yang sedang memakan sebuah pisang. "Sabar, ya, Moni. Tidak akan lama lagi, kamu akan bebas. Aku janji. Setelah uangku cukup, aku akan membebaskanmu." Aku tatap Moni yang lahap memakan pisangnya. Monyet kecil itu pasti sangat lapar. Sejak tadi pagi, ia belum makan apa - apa. Beruntung ada sebuah pisang yang terjatuh dari gerobak tukang buah tadi siang. Kamu memungutnya, dan memberikannya pada Moni. Padahal, aku yakin, perutmu pasti lebih perih menahan lapar. Tapi kamu memilih mengisi...