Langsung ke konten utama

Postingan

Wanita Muslimah Bersama Anak-anaknya (Bagian 2)

  KARAKTERISTIK WANITA MUSLIMAH Bab: Wanita Muslimah Bersama Anak-anaknya (bagian 2) Halaqah Taman Surga Umi Aisyah | Ahad, 11 Oktober 2026 Mengenali, Mencintai, dan Mendidik Anak dengan Adil Menjadi seorang ibu bukan sekadar melahirkan dan membesarkan anak. Ada amanah besar yang menyertai peran tersebut: membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai Islam, dan mendampingi anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang baik. Namun, mendidik anak bukanlah perkara yang bisa dilakukan dengan satu cara untuk semuanya. Setiap anak memiliki karakter, kecenderungan, kelebihan, dan kebutuhan yang berbeda. Ada anak yang mudah memahami nasihat, ada yang perlu didekati dengan kelembutan, dan ada pula yang membutuhkan ketegasan. Maka sebagai seorang ibu kita perlu memahami pentingnya mengenali kejiwaan anak, memberikan cinta dan kehangatan, serta berlaku adil dalam mendidik mereka. Sebab, pendidikan anak bukan hanya tentang apa yang kita ajarkan, tetapi juga tentang bagaimana kita memperlakukan ...
Postingan terbaru

Wanita Muslimah Bersama Anak-anaknya - part 1

  KARAKTERISTIK WANITA MUSLIMAH Bab: Wanita Muslimah Bersama Anak-anaknya Halaqah Taman Surga Umi Aisyah | Ahad, 11 Oktober 2026 1. Menjadi Ibu Adalah Nikmat dan Amanah dari Allah Kita disebut ibu karena Allah menghadirkan anak dalam kehidupan kita. Menjadi seorang ibu merupakan salah satu nikmat dan amanah yang Allah berikan. Tidak semua wanita mendapatkan kesempatan untuk merasakan kehadiran seorang anak, sehingga sudah semestinya kita menyadari bahwa kehadiran mereka adalah karunia yang patut disyukuri. Namun, perubahan status menjadi seorang istri maupun ibu tidak menghapus hak Allah atas diri kita. Sebelum menjadi istri, kita adalah hamba Allah. Setelah menjadi istri dan ibu, kita tetaplah hamba Allah yang memiliki kewajiban untuk beribadah, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Allah memberikan amanah ini secara bertahap. Setiap tahapan kehidupan membawa tanggung jawab dan ujian yang berbeda. Ketika belum memiliki anak, kita memiliki tanggung jawab yang ber...

Yuk, Belajar Tahsin!

  📖 Bacaan Al-Qur’an masih suka ragu, “Ini udah bener belum ya?” 🥲 Yuk, belajar tahsin pelan-pelan dan nggak perlu malu kalau masih banyak yang perlu diperbaiki. 🤍 ✨ Tahsin Al-Qur’an Privat Online Belajar 1-on-1, lebih fokus, fleksibel, dan disesuaikan dengan kebutuhanmu. Nggak harus jago dulu untuk mulai. Mulai aja dulu, satu huruf demi satu huruf. 🌿 📩 DM untuk info lebih lanjut #TahsinOnline #TahsinPrivat #BelajarAlQuran #NgajiOnline #SelfReminder

The Story of Adam vol. 3 - Mistake

Kisah Nabi Adam bukan sekadar sejarah tentang manusia pertama. Melalui kisah ini, Allah sejatinya sedang menjelaskan tentang kita. Inilah salah satu hikmah mengapa kisah Adam dicantumkan dalam Al-Qur'an: agar kita, sebagai keturunannya, dapat belajar dari "orang tua" kita dan menjadikan kisah tersebut sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Hidup sering kali berkaitan dengan pengulangan sejarah. Sejarah cenderung mengulang dirinya. Karena itu, masalah yang dihadapi manusia bisa saja memiliki pola yang sama, meskipun bentuk dan zamannya berbeda. Pattern -nya serupa, hanya bungkusnya yang berubah. Dengan mempelajari kisah Adam, kita diajak mengenali pola-pola kesalahan manusia, memahami bagaimana meresponsnya, serta belajar memperbaiki diri ketika terjatuh. QS. Al-Baqarah: 34 — Kesombongan dan Penolakan terhadap Perintah Allah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:  وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَر...

Ketika Waktu Membawa Kita pada Kerugian

Resume Tarbiyyah Tadabur QS. Al Ashr Masjid Al Lathiif 13 September 2026 Pemateri: Ust. Fitrian Kadir QS. Al-'Ashr: Standar Minimum agar Tidak Merugi Surat Al-'Ashr merupakan salah satu surat pendek yang memiliki kandungan makna yang sangat besar. Surat ini tidak secara khusus menjelaskan bagaimana seseorang meraih kesuksesan duniawi, tetapi memberikan standar minimum agar manusia tidak mengalami kerugian. Karena itu, surat ini penting untuk dipelajari. Ia menjadi semacam guide minimum bagi seorang muslim: apa yang harus dimiliki agar hidupnya tidak berakhir dalam kerugian.  Waktu: Modal yang Terus Berkurang وَالْعَصْرِ ۝١  Demi masa.  — QS. Al-'Ashr: 1 Allah membuka surat ini dengan sumpah atas waktu. Waktu menjadi sesuatu yang sangat penting karena ia terus berjalan dan tidak pernah kembali. Waktu adalah variabel utama yang membuat kita berpotensi merugi. Suka atau tidak, semua manusia pasti melewati waktu, dan di setiap detik sejak kita lahir, kita sebenarnya sedang be...

Ketika Hidup Terasa Berat

13 September 2026  Pemateri: Ust. Ardan & Ust. Ja'far Plaza Masjid Istiqamah  Melihat Ujian dengan Cara Pandang yang Benar Ketika melihat kehidupan orang lain yang tampak mudah dan menyenangkan, terkadang kita merasa bahwa hanya hidup kita yang penuh kesulitan. Padahal, bisa jadi orang lain pun melihat kehidupan kita sebagai sesuatu yang baik-baik saja. Kita sering kali hanya melihat hasil yang tampak, tanpa mengetahui proses panjang, perjuangan, dan air mata yang telah dilalui seseorang. Setiap manusia memiliki fase jatuh bangun masing-masing. Allah memberikan ujian kepada setiap hamba dengan bentuk, kadar, dan waktu yang berbeda-beda. Bahkan, kata musibah dalam bahasa Arab berkaitan dengan kata أَصَابَ (ashāba), yang bermakna mengenai atau menimpa dengan tepat. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran bahwa apa yang Allah tetapkan bagi kita tidak pernah sia-sia. Ada hikmah, pelajaram, dan tujuan yang Allah kehendaki di balik setiap ketetapan-Nya, meskipun hikmah tersebut...