Kisah Nabi Adam bukan sekadar sejarah tentang manusia pertama. Melalui kisah ini, Allah sejatinya sedang menjelaskan tentang kita. Inilah salah satu hikmah mengapa kisah Adam dicantumkan dalam Al-Qur'an: agar kita, sebagai keturunannya, dapat belajar dari "orang tua" kita dan menjadikan kisah tersebut sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Hidup sering kali berkaitan dengan pengulangan sejarah. Sejarah cenderung mengulang dirinya. Karena itu, masalah yang dihadapi manusia bisa saja memiliki pola yang sama, meskipun bentuk dan zamannya berbeda. Pattern -nya serupa, hanya bungkusnya yang berubah. Dengan mempelajari kisah Adam, kita diajak mengenali pola-pola kesalahan manusia, memahami bagaimana meresponsnya, serta belajar memperbaiki diri ketika terjatuh. QS. Al-Baqarah: 34 — Kesombongan dan Penolakan terhadap Perintah Allah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَر...
Resume Tarbiyyah Tadabur QS. Al Ashr Masjid Al Lathiif 13 September 2026 Pemateri: Ust. Fitrian Kadir QS. Al-'Ashr: Standar Minimum agar Tidak Merugi Surat Al-'Ashr merupakan salah satu surat pendek yang memiliki kandungan makna yang sangat besar. Surat ini tidak secara khusus menjelaskan bagaimana seseorang meraih kesuksesan duniawi, tetapi memberikan standar minimum agar manusia tidak mengalami kerugian. Karena itu, surat ini penting untuk dipelajari. Ia menjadi semacam guide minimum bagi seorang muslim: apa yang harus dimiliki agar hidupnya tidak berakhir dalam kerugian. Waktu: Modal yang Terus Berkurang وَالْعَصْرِ ١ Demi masa. — QS. Al-'Ashr: 1 Allah membuka surat ini dengan sumpah atas waktu. Waktu menjadi sesuatu yang sangat penting karena ia terus berjalan dan tidak pernah kembali. Waktu adalah variabel utama yang membuat kita berpotensi merugi. Suka atau tidak, semua manusia pasti melewati waktu, dan di setiap detik sejak kita lahir, kita sebenarnya sedang be...