Langsung ke konten utama

Catatan Hati Ibu, 21 April 2026


Ternyata menjadi seorang Ibu bukan hanya menyadarkan diri akan sisi kuatnya. Tapi ternyata memunculkan hal lain. 

Lelah yang kerap kali menyergap, menghidupkan monster yang telah lama mati suri. Dari sudut paling gelap, yang bahkan cahaya tidak mampu menembus dindingnya, monster itu bangkit. Makhluk yang tidak pernah ia sadari ada sebelumnya. ternyata lelah mampu menghidupkannya.

Tetiba ia berteriak. Menangis. Histeris. Bahkan tanpa sadar tangannya melayang amat ringan meninggalkan jejak luka yang tak terlihat, namun kenangannya pasti teringat. Ia tidak pernah menyangka, ternyata setelah menjadi seorang ibu, ia bisa menjadi sejahat itu. Bahkan pada darah dagingnya sendiri.

Sesal kerap kali menghinggapi batinnya, tatkala tubuh kecil itu terlelap dalam tidurnya. Sayangnya ia hanya mampu menatap sepasang mata yang rapat. Ia hanya bisa mencium pipi lembutnya dan sesekali merasakan lembut sentuhan nafasnya.

Ia tidak menangis kali ini. Sudah terlalu banyak air matanya tumpah. Entah mungkin sudah mengering, atau bahkan mengeras. Hanya saja dadanya teramat sesak, karena sudah terlalu kuat menahan.

Nak, jika kamu masih ingat momen itu, ingatlah bahwa ibumu ada di ujung titik lemahnya. Ia terlalu lelah untuk berbicara lembut. Ia sudah teramat lelah untuk tersenyum. Dan ketika yang kau ingat adalah diamnya, dia sedang memulihkan diri, mematikan monster yang terlalu lama mengambil alih tubuhnya. Ia hanya butuh waktu untuk kembali, dan memelukmu dengan tubuhnya yang hangat. Ia hanya butuh jeda, untuk kembali menggariskan senyum di wajahnya.

Dan siapapun yang melihat seorang ibu tengah dirasuki monster di tubuhnya. Jangan hakimi dia. Jangan abaikan dia. Peluklah dengan erat. Karena ia hanya butuh kehangatan itu.


***





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cappuccino : Tentang Cinta yang Tak Selalu Manis

  Pernah mencintai diam-diam? Pernah menunggu seseorang yang tak pernah kembali? Atau… pernah merasakan cinta yang datang terlalu terlambat? Buku Cappuccino adalah kumpulan cerita pendek yang akan membawa kamu menyusuri berbagai rasa dalam cinta— dari yang manis, pahit, hingga yang akhirnya… harus dilepaskan. Di dalamnya, kamu akan menemukan kisah-kisah seperti: cinta diam-diam yang berakhir dengan senyuman terakhir perasaan yang tak pernah terbalas hubungan yang melelahkan hingga cinta yang… “kedaluwarsa” dimakan waktu  Setiap cerita ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi penuh perasaan— seolah kamu sedang membaca potongan hidupmu sendiri. 💔 Kenapa buku ini wajib kamu punya? ✨ Relatable banget (banyak yang bilang: “ini gue banget…”) 📖 Cocok dibaca santai tapi tetap ngena ☕ Setiap cerita seperti secangkir cappuccino: ada pahit, ada manis 🫶 Bisa jadi teman di saat kamu lagi overthinking soal cinta 🎯 Cocok untuk kamu yang: Lagi jatuh cinta diam-diam Sedang move on Pernah...

Indah karena Ta'at

  Indah karena Taat - Ummi Aisyah- 31 Mei 2026 Tantangan Muslimah di Zaman Media Sosial Kondisi muslimah hari ini, bahkan manusia secara umum, hampir tidak bisa lepas dari media sosial. Memiliki gadget sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, tantangan terbesar kita bukan lagi kurangnya akses terhadap ilmu. Dengan mudah kita dapat mendengarkan kajian, membaca artikel, dan belajar dari berbagai sumber hanya melalui gadget yang ada di tangan kita. Namun di sisi lain, media sosial juga membuat kita mudah terbawa arus tren dan sesuatu yang sedang viral. Tantangan terbesar seorang muslimah di zaman ini adalah menjaga hati agar tetap istiqamah di tengah begitu banyak distraksi dan kebisingan dunia. Lebih dari itu, sering kali tanpa sadar media sosial menjadi panduan hidup kita, menggantikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai standar. Akibatnya, banyak orang mengalami krisis identitas. Arus pemikiran dan gaya hidup yang bertentangan dengan Islam begitu kuat, sementara li...

SABAR

Tadabbur Ayat tentang Sabar Ust. Fitrian Kadir, Lc., M.Si. Bandung, 03 Juni 2026 Tadabbur QS. Al-Baqarah: 152–157 Tujuan kita belajar bukan sekadar mengumpulkan banyak ilmu. Di zaman sekarang, ketika informasi dan teknologi AI semakin berkembang, ilmu pengetahuan sangat mudah diakses. Namun yang lebih penting adalah bagaimana ilmu tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Tadabbur Al-Qur'an bukan sekadar membaca, tetapi berjalan mengikuti petunjuk Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah panduan hidup, nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada manusia. Seluruh isinya benar dan telah terbukti kebenarannya sepanjang zaman. Selama 23 tahun Rasulullah ﷺ berdakwah dengan Al-Qur'an sebagai pedoman. Al-Qur'an mengubah manusia, mengubah peradaban, dan mengubah dunia. Karena itu, ketika mempelajari Al-Qur'an, kita tidak ingin menjadikan diri kita berada di depan Al-Qur'an. Sebaliknya, kita ingin menempatkan Al-Qur'an di depan sebagai penuntun, dan...