Langsung ke konten utama

Pulang


Now Playing: Michael Buble - Home

Ia duduk di sudut teras kafe itu. Di sebuah kursi kayu dengan meja bundar cokelat tua di depannya. Ada kekosongan di tengah hiruk pikuk tempat itu. Ia merasa sepi ditengah lagu jazz yang terdengar sayup dari dalam, membuatnya merasa ingin beranjak dan berlari pergi. Namun, ia hanya bisa membenamkan tubuhnya lebih dalam ke sandaran kursi.

Sepasang mata bulatnya menatap secangkir cokelat di atas meja. Cairan itu masih mengepulkan sedikit asap. Meski sudah berada di sana sekitar sepuluh menit yang lalu.

Gadis itu menegakkan tubuhnya. Jemari lentiknya meraih cangkir itu dan memainkan sendok teh di dalamnya. Ia tatap beriak cairan cokelat itu. Warnanya pekat. Ia sama sekali tidak bisa melihat dasar gelas dari sana. Persis seperti hatinya yang sudah terlalu penuh dengan ungkapan rindu yang tak terucap. Hingga ia tidak bisa lagi melihat titik awalnya.

Yang ia sadari, kini ia duduk manis di sebuah kafe dengan secangkir cokelat panas sepulang bekerja. Melepas penat yang mulai mencapai titik puncak. Ia sadar, ia telah mendapatkan semuanya di sini. Semua cita-citanya tercapai di sini. Namun, rindu mengalahkan segalanya. Semua yang ia punya tampak tidak berarti lagi. Kini, ia hanya ingin pulang. Sejenak meninggalkan ibu kota yang mulai membuatnya penat.

Another aeroplane...
Another sunny place...
I'm lucky I know...
But I wanna go home...

Jemari lentiknya merogoh tas selempang di atas pangkuannya. Mengeluarkan sebuah ponsel dari dalam sana.
Ia membuka galeri foto di sana. Ia telusuri semua gambar di dalamnya. Sejenak ia tersenyum. Mengenang masa lalunya yang begitu indah. Berkumpul bersama teman, adik dan kakak, dan...ayah dan ibu. Tatapannya terkunci di foto sepasang suami istri itu. Wajah mereka tengah tersenyum. Garis-garis halus di wajah mereka membuat hatinya bergetar. Ia ingin pulang. Ia ingin bertemu kedua orang tuanya. Memeluknya erat-erat.

Kini ia sadar, ia telah begitu jauh melangkah. Meninggalkan mereka, orang-orang yang telah membuatnya lahir ke bumi, hanya demi sebuah mimpi.

Setetes air jatuh ke atas layar, tepat di atas foto itu. Wajah Sang Gadis dibanjiri air mata. Ia memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tasnya. Segera ia sampirkan tas merah itu ke bahu kanannya. Ia beranjak. Kedua kakinya mulai melangkah cepat-cepat. Meninggalkan secangkir cokelat yang asapnya mulai pudar.

It'll all be alright,
 I'll be home tonight,
 I'm coming back home.

***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cappuccino : Tentang Cinta yang Tak Selalu Manis

  Pernah mencintai diam-diam? Pernah menunggu seseorang yang tak pernah kembali? Atau… pernah merasakan cinta yang datang terlalu terlambat? Buku Cappuccino adalah kumpulan cerita pendek yang akan membawa kamu menyusuri berbagai rasa dalam cinta— dari yang manis, pahit, hingga yang akhirnya… harus dilepaskan. Di dalamnya, kamu akan menemukan kisah-kisah seperti: cinta diam-diam yang berakhir dengan senyuman terakhir perasaan yang tak pernah terbalas hubungan yang melelahkan hingga cinta yang… “kedaluwarsa” dimakan waktu  Setiap cerita ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi penuh perasaan— seolah kamu sedang membaca potongan hidupmu sendiri. 💔 Kenapa buku ini wajib kamu punya? ✨ Relatable banget (banyak yang bilang: “ini gue banget…”) 📖 Cocok dibaca santai tapi tetap ngena ☕ Setiap cerita seperti secangkir cappuccino: ada pahit, ada manis 🫶 Bisa jadi teman di saat kamu lagi overthinking soal cinta 🎯 Cocok untuk kamu yang: Lagi jatuh cinta diam-diam Sedang move on Pernah...

Menyambut Lailatul Qadar

 Resume Kajian Subuh Akhwat Al Lathiif Menyambut 10 Hari Terakhir Ramadhan Umi Aisyah 20 Ramadhan 1447 H Iman adalah motivasi terbesar dalam kehidupan seorang muslim. Dengan iman, seseorang mampu menjalani kehidupan dengan penuh harapan, ketenangan, dan kebahagiaan—baik di dunia maupun di akhirat. Iman bukan hanya sesuatu yang abstrak, tetapi bisa dijabarkan dalam kehidupan nyata dan dibuktikan melalui amal. Salah satu bentuk nyata dari iman adalah ketaatan kita menjalankan ibadah yang Allah perintahkan, termasuk ibadah puasa di bulan Ramadhan. Allah mensyariatkan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi agar kita mencapai derajat takwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183...

Manusia Kuat Itu, Ibu

source: https://pin.it/3azR4oH3G Aku pikir manusia terkuat itu adalah orang yang memiliki kekuasaan, memeiliki banyak uang, hingga ia bisa mendapatkan apa pun yang dia mau. ternyata aku salah. Manusia terkuat itu adalah seorang yang mereka beri gelar, "Ibu". Ya, Ibu... Seorang perempuan yang rela meninggalkan dunia luasnya, demi menghidupkan dunia kecilnya yang ternyata tidak mudah. awalnya, ia pikir mengandung adalah masa tersulitnya. Badannya berubah. Suasana hatinya berubah. Bahkan selera makan pun berubah. ia yang dulu bisa makan apa saja, kini minum air putih saja rasanya mual. makan nasi putih dan telur dadar saja muntah. semakin perutnya membesar, memakai sepatu atau menggunting kuku saja perlu bantuan. posisi tidur tidak lagi nyaman. miring kiri, miring kanan, serba salah. Ia kira setelah bayinya lahir, beban itu hilang. Nyatanya, perjuangan itu baru akan dimulai. Melahirkan ternyata begitu sakit. Ia yang selalu merasa kuat, nyatanya berteriak ketika merasakan gelomba...