Langsung ke konten utama

Merasa Sendiri

Source: Pinteres


Perempuan.
Ketika dia menjadi seorang anak, dia istimewa. Mengantarkan kedua orang tuanya ke surga dengan sifat sholehahnya. Ketika dia menikah, dia berharga karena Rasulullah bersabda, sebaik-baik perhiasaan adalah seorang wanita shalehah. Ya, perempuan itu istimewa. Ada kekuatan dibalik lelehan air matanya. Ada rasa tak berdaya dibalik tawa lepasnya. Ada rasa sepi menyelinap dibalik keanggunannya.

Sepi.

Ketika ia sendiri, ia merasa sepi, meski dikelilingi sahabat-sahabat yang selalu peduli. Ia sepi. Karena gelombang rasa di dalam batinnya belum menemukan tempat untuk berlabuh. Hingga datang seseorang yang ia nanti-nanti sejak dulu.
Ya, dia datang. Membawa sejuta asa untuk rasa yang telah lama terpendam.

Sepi itu hilang. Berganti kehangatan cinta. Mengobati rindu yang menggebu. Yang dulu tak bisa ia ucapkan. Kini bisa ia lantangkan.

Tapi...
Sepi itu tiba-tiba menghampiri lagi.

Sepi.

Cinta itu ada. Rasa itu masih sama. Rindu yang kali ini berubah. Bukan lagi pada satu manusia. Tapi mereka. Mereka yang sebelumnya selalu ada di balik rasa sepi. Menghibur diri yang hampir tenggelam dalam gelombang perasaan yang tak pasti. Dan kini, mereka yang entah pergi, atau perempuan itu yang terlalu lama menepi.

Ia rindu. Pada tawa dan canda yang begitu tulus ketika menyapa. Pada senyum yang selalu ramah meski penat melanda. Pada tangis yang selalu mengingatkannya pada Sang Pencipta.

Rindu.
Ia rindu mereka.

Entah mereka yang sudah berubah. Atau dia yang terlalu lama mendekam di dunia barunya. Tenggelam dalam rasa yang dulu dinantinya.
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cappuccino : Tentang Cinta yang Tak Selalu Manis

  Pernah mencintai diam-diam? Pernah menunggu seseorang yang tak pernah kembali? Atau… pernah merasakan cinta yang datang terlalu terlambat? Buku Cappuccino adalah kumpulan cerita pendek yang akan membawa kamu menyusuri berbagai rasa dalam cinta— dari yang manis, pahit, hingga yang akhirnya… harus dilepaskan. Di dalamnya, kamu akan menemukan kisah-kisah seperti: cinta diam-diam yang berakhir dengan senyuman terakhir perasaan yang tak pernah terbalas hubungan yang melelahkan hingga cinta yang… “kedaluwarsa” dimakan waktu  Setiap cerita ditulis dengan bahasa yang sederhana, tapi penuh perasaan— seolah kamu sedang membaca potongan hidupmu sendiri. 💔 Kenapa buku ini wajib kamu punya? ✨ Relatable banget (banyak yang bilang: “ini gue banget…”) 📖 Cocok dibaca santai tapi tetap ngena ☕ Setiap cerita seperti secangkir cappuccino: ada pahit, ada manis 🫶 Bisa jadi teman di saat kamu lagi overthinking soal cinta 🎯 Cocok untuk kamu yang: Lagi jatuh cinta diam-diam Sedang move on Pernah...

Menyambut Lailatul Qadar

 Resume Kajian Subuh Akhwat Al Lathiif Menyambut 10 Hari Terakhir Ramadhan Umi Aisyah 20 Ramadhan 1447 H Iman adalah motivasi terbesar dalam kehidupan seorang muslim. Dengan iman, seseorang mampu menjalani kehidupan dengan penuh harapan, ketenangan, dan kebahagiaan—baik di dunia maupun di akhirat. Iman bukan hanya sesuatu yang abstrak, tetapi bisa dijabarkan dalam kehidupan nyata dan dibuktikan melalui amal. Salah satu bentuk nyata dari iman adalah ketaatan kita menjalankan ibadah yang Allah perintahkan, termasuk ibadah puasa di bulan Ramadhan. Allah mensyariatkan puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi agar kita mencapai derajat takwa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙŠْÙƒُÙ…ُ الصِّÙŠَامُ ÙƒَÙ…َا Ùƒُتِبَ عَÙ„َÙ‰ الَّذِينَ Ù…ِÙ†ْ Ù‚َبْÙ„ِÙƒُÙ…ْ Ù„َعَÙ„َّÙƒُÙ…ْ تَتَّÙ‚ُونَ "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183...

Manusia Kuat Itu, Ibu

source: https://pin.it/3azR4oH3G Aku pikir manusia terkuat itu adalah orang yang memiliki kekuasaan, memeiliki banyak uang, hingga ia bisa mendapatkan apa pun yang dia mau. ternyata aku salah. Manusia terkuat itu adalah seorang yang mereka beri gelar, "Ibu". Ya, Ibu... Seorang perempuan yang rela meninggalkan dunia luasnya, demi menghidupkan dunia kecilnya yang ternyata tidak mudah. awalnya, ia pikir mengandung adalah masa tersulitnya. Badannya berubah. Suasana hatinya berubah. Bahkan selera makan pun berubah. ia yang dulu bisa makan apa saja, kini minum air putih saja rasanya mual. makan nasi putih dan telur dadar saja muntah. semakin perutnya membesar, memakai sepatu atau menggunting kuku saja perlu bantuan. posisi tidur tidak lagi nyaman. miring kiri, miring kanan, serba salah. Ia kira setelah bayinya lahir, beban itu hilang. Nyatanya, perjuangan itu baru akan dimulai. Melahirkan ternyata begitu sakit. Ia yang selalu merasa kuat, nyatanya berteriak ketika merasakan gelomba...